Wednesday, July 3, 2013

TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO

Posted: 01 Jul 2013 08:36 AM PDT
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan bersama Wakil Bupati Cianjur Dr. H. Suranto, MM dan Wakil Duta Besar Selandia Baru Ian Brownlie didampingi Plt. Dirjen PHKA Sony Partono dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango serta jajaran Kemenhut dan Muspida setempat, membuka acara pesta rakyat dan Festival Sarongge dengan memukul kentongan bambu.
Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29 Juni 2013 tersebut,bertempat di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Cianjur. yang merupakan desa penyangga yang perbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Dalam kesempatan kunjungan ini, setelah transit di Saung Sarongge, Menhut dan rombongan diajak berjalan kaki sambil menikmati indahnya hamparan kebun teh Sarongge, serta berdialog dengan pekerja di sepanjang jalan yang dilalui. Menhut juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah lokasi usaha masyarakat sarongge, seperti: usaha pembibitan tanaman stroberi, peternakan kambing serta kerajinan sutera rakyat dengan melihat proses pembuatan kain sutera. Usaha rakyat tersebut merupakan implementasi dari program Adopsi pohon yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bekerjasama dengan Green Radio.
Dengan disambut tarian Lengser yang dibawakan oleh anak-anak Sekolah Dasar Nyalindung (sekolah binaan Balai besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango), Menhut bersama rombongan memasuki arena Acara Festival Sarongge yang akan berlangsung dari 29 Juni-1 Juli 2013.
Sebelum acara pembukaan, Menhut menyempatkan mengunjungi ke stand bazaar dilokasi festival yang menyuguhkan berbagai produk hasil usaha masyarakat setempat, seperti: beberapa aneka makanan, hasil kerajinan dan seni, pa kaian batik dan produk lainnya .
Menhut dalam kata sambutannya menyambut baik dan memberikan apresiasi dengan gagasan festival Sarongge tahun 2013 ini, dengan harapan mudah-mudahan acara ini dapat bermanfaat dan akan menjadi agenda tahunan dalam rangka memperkenalkan desa konservasi wisata dan budaya masyarakat setempat.
(Red-Humas-072013)
Posted: 25 Jun 2013 06:41 AM PDT
Pada tanggal 21-23 Juni 2013 bertempat  di Jogja Expo Center (JEC) Jogjakarta, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mengikuti kegiatan pameran Obyek Wisata 2013 Nusantara yang diselenggarakan oleh feraco event organizer bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Keikutsertaan BBTNGGP pada pameran ini sangat penting dan strategis karena sebagai salah satu obyek wisata alam di Jawa Barat yang sering dikunjungi oleh lebih kurang 60.000-80.000 orang/tahun ini. Kawasan TNGGP memiliki obyek dan daya tarik wisata yang mempesona dan sangat diminati oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Selain itu kegiatan pameran tersebut  juga merupakan sarana untuk menyampaikan informasi dan promosi wisata alam kepada masyarakat, melalui materi yang disajikan dalam bentuk display dan penyampaian komunikasi langsung yang dilakukan oleh interpreter.
Pada pameran kali ini BBTNGGP menampilkan materi tentang kondisi umum, program pengembangan wisata alam dan paket-paket wisata alam yang terdapat di kawasan TNGGP.  Paket wisata tersebut antara lain seperti wisata pendakian, wisata menanam, wisata pendidikan, wisata minat khusus, wisata berkemah dan dunia rekreasi.
Berdasarkan hasil  penilaian dari tim penilai yang diumumkan pada penutupan pameran, BBTNGGP  mendapatkan anugerah penghargaan sebagai stand paling kreatif. Penilaian tersebut diberikan karena menurut tim penilai BBTNGGP dipandang telah menampilan stand  yang  kretaif  baik dilihat dari penampilan desain stand, maupun materi serta atraksi-atraksi yang ditampilkan seperti; dengan menampilkan kostum badut menyerupai macan dan burung yang dipakai oleh anak-anak.
Sementara itu  berdasarkan  pengisian buku tamu, lebih kurang 1000 orang telah mengunjungi stand BBTNGGP. Minat dan antusias pengunjung datang ke stand BBTNGGP menurut mereka, karena  selain bahan informasi yang disajikan sangat beragam, juga stand BBTNGGP dinilai sangat baik dari penampilan desain stand maupun displaynya.
Untuk pameran selanjutnya  diharapkan BBTNGGP bisa menampilkan paket-paket wisata lainnya yang lebih menarik dengan dilengkapi interpreter yang lebih atraktif dalam penampilan dan cara komunikasi. Semoga kegiatan pameran ini dapat bermanfaat untuk sosialiasi program pengembangan BBTNGGP secara umum dan pengembangan wisata alam secara khusus.
(Red-Humas-062013)
Posted: 05 Jun 2013 08:05 AM PDT
Bambu Kirisik Merupakan salah satu Aliens Spesies yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang pertumbuhannya sangat baik sekali di beberapa blok yang ada dikawasan khususnya di kawasan blok Pasarean Resort PTN Mandalawangi Bidang PTN Wilayah I Cianjur.
Maka pada bulan Mei 2013 PEH (Pengendali Ekosistem Hutan) yang berada di Bidang PTN Wil I Cianjur mengadakan sebuah kegiatan yaitu Eradikasi Invasive Aliens Spesies (IAS) yang difokuskan pada jenis Bambu Kirisik selain tujuannya untuk menghambat semakin luasnya pertumbuhan jenis bambu ini masuk kedalam kawasan, didalam kegiatan ini juga dimaksudkan bagaimana cara memanfaatkan hasil eradikasi ini dapat dijadikan sebuah metode pendidikan lingkungan bagi anak-anak sekolah disekitar kawasan taman nasional.
Langkah awal dalam kegiatan ini adalah pembuatan formula penghambat pertumbuhan akar pada bambu kirisik, formula ini terbuat dari ekstrak daun pinus, daun cemara, babadotan, babakoan, bawang putih dan kunyit. Selanjutnya menuju lokasi tumbuhnya bambu kirisik yang sudah ditentukan titik ikat pada patok batas TN 2693 dan koordinat 721718 - 9253949.
Pada proses eradikasinya dilakukan dengan mencabut bambu kirisik sampai akarnya, selanjutnya bambu kirisik yang sudah dicabut langsung diangkut keluar kawasan dan dirapikan dengan diikat untuk selanjutnya akan dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan yang bernilai ekonomi.
Pada lokasi bekas eradikasi bambu kirisik dibuat sebuah plot pengamatan pada lokasi eradikasi IAS sebanyak 3 plot ukuran 5 x 5 m, Pada plot 1 dan plot 2 dilakukan pencangkulan pada tanahnya untuk mengeluarkan sisa-sisa akar bambu kirisik yang masih tertinggal.
Pencangkulan tanah pada plot 1 dan plot 2 untuk mengeluarkan sisa akar bamboo yang tertinggal yang nantinya akan diberi perlakukan dengan penanaman jenis endemik yaitu Puspa dan Janitri serta dengan pemberian cairan formula yang telah dibuat sebelumnya. Pada plot 1 diberi perlakukan dengan melakukan penanaman jenis tumbuhan endemik, pada plot 2 diberikan perlakukan pemberian formula penghambat pertumbuhan akar bambu kirisik dan pada plot 3 tidak diberikan perlakuan sama sekali.
Pemanfaatan hasil eradikasi tumbuhan bambu kirisik :
  • Batang bambu diangkut menuju ke SD binaan taman nasional untuk disimpan dan selanjutnya digunakan dan dimanfaatkan untuk bahan kerajinan dan media aroma therapy.
  • Setelah terkumpul langkah selanjutnya dilakukan pemilihan dan sortir pada batang bambu.
  • Berikutnya melakukan pemotongan pada batang bambu disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan.
  • Batang bambu yang sudah dipotong selanjutnya diamplas agar dapat dihias dengan ornament/ hiasan manik-manik, jika batang bambu sudah halus selanjutnya dilapisi dengan lem dan dihias dengan manik-manik.
  • Jika sudah terlapisi dengan manik-manik selanjutnya dilakukan pengeringan pada batang bambu yang sudah dihias agar manik-manik dapat menempel pada lem sebagai media perekatnya.
  • Setelah selesai langkah berikutnya melakukan pengisian aroma therapy kedalam bambu yang sudah dihiasi oleh manik-manik. Bambu yang terisi aroma therapy dapat langsung disimpan didalam ruangan yang berfungsi sebagai aroma therapy yang memberikan rasa nyaman dan mengurangi stress siswa pada waktu belajar dari aroma therapy yang ada.
Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini:
  • Melakukan pengamatan secara kontinyu untuk mengetahui tingkat pertumbuhan IAS Bambu Kirisik pada plot pengamatan yang sudah dibuat.
  • Pendampingan edukasi terhadap sekolah binaan untuk diversifikasi pemanfaatan Bambu Kirisik yang bernilai ekonomi.
  • Mengembangkan cendawan yang ditemukan di lokasi eradikasi dan merupakan musuh alami dari Bambu Kirisik.
(Red-PEHCJR-062013)
You are subscribed to email updates from Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.
Email delivery powered by Google
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610

No comments:

Post a Comment